Holla Back!

Posted: March 5, 2011 in daiLy Life, InSpiRations

Whoaa…it’s been a long time since my last post about Arctic Monkeys?? LOL. Let me see, that was freakin 3 years ago..

Boy, how fast the time goes by. Well, I realize that I’m not a good blogger afterall..i’m just too lazy to write about anything, whether it’s a good or bad experience, happy or sad story. I guess i’m just not into writing or blogging or whatever it is. I like to keep the story for myself, my family, or my closest friend. And sometimes, I prefer to get it over when it comes to unhappy ending story. (Then why am I posting on this blog again??)

Well, as i say, I don’t really enjoy writing (i write only when i have to) but I think it’s not bad afterall. I’d like to give it a try  once more and see if I could make it this time..LOL. You know, when it comes to real life, there are some stories that you just can’t leave behind..that you can’t hold inside you and not sharing them to other people. Our entire life is a story that we create, one page we finished another blank page is waiting to be written.

Yupppp, here we go again. Wish me luck everybody!

Just wait for it *wink*

Addicted to Arctic Monkeys

Posted: December 10, 2008 in GiGs, MusiC CorNer, WisH liSt

1. I already have this one:

Whatever People Say I Am, That's What I'm Not

2. I still need this one:

Favourite Worst Nightmare

3. Oh I can’t help myself to have this!

Arctic Monkeys DVD

4. Huhu, I can only dream of this:

Sesungguhnya cinta yang paling mulia dan paling tinggi adalah cinta yang keluar dari hati yang tulus. Cinta seperti ini diciptakan semata-mata atas dasar penghambaan dan ibadah kepada Allah SWT. Dengan cinta yang seperti inilah bumi menjadi tegak serta kokoh. Sesungguhnya Allah telah memprogram hati manusia untuk bertuhan, mengabdi kepada Allah dengan perasaan cinta, mengagungkan dan memuliakan dengan cinta, seperti itu pulalah Allah menciptakan perasaan merendah dan khusyu’ pada jiwa manusia di hadapan-Nya.

Sebenarnya hati manusia diciptakan atas dasar cinta kasih Allah yang menciptakannya. Maka sungguh sangat memalukan apabila cinta yang dihadirkan dalam setiap hati manusia hanya dijadikan alat pembenaran terhadap keinginan sang hawa nafsu. Pada hakikatnya, semua hal yang dicintai maupun yang dibenci oleh manusia merupakan pemberian-Nya. Allah pun telah mengkaruniakan manusia dengan akal pikiran agar manusia dapat berfikir dan memutuskan jalan hidup yang terbaik bagi dirinya. Ibarat hati seorang manusia berada pada titik tengah antara pikiran dan hawa nafsunya. Apabila hatinya lebih condong kepada hawa nafsu maka sesungguhnya manusia tersebut berada dalam kesesatan yang nyata hanya terkadang manusia tersebut tidak menyadarinya. Namun sebaliknya hati yang condong pada akal pikiran akan mendatangkan kemaslahatan bahkan kebahagiaan yang hakiki di dunia maupun di akhirat.

Imam al-Ghazali merangkumkan alasan-alasan mengapa manusia harus menempatkan cintanya kepada Allah pada tingkatan yang tertinggi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1.     Allah telah menciptakan manusia, mengekalkan keberadannya, menyempurnakan lahiriah, menciptakan semua sifat, dan segala faktor kesempurnaan seorang manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Seperti firman Allah yang tercantum dalam Q.S. Ibrahim ayat 23 “Jika kalian mau menghitung-hitung nikmat-Ku, maka pasti kalian tidak akan sanggup menghitungnya”
2.    Allah senantiasa menolong dan dan berbuat baik kepada hambanya tampa mengharapkan imbalan apapun. Berbeda halnya dengan manusia yang mencintai seseorang karena menginginkan sesuatu untuk dirinya sendiri. Sedangkan Allah seperti dalam hadits qudsi, “Hamba-Ku menginginkan orang lain untuk dirinya, dan Aku menginginkanmu untuk dirimu sendiri”
3.    Allah yang maha memberi pengetahuan kepada makhluk-Nya dan pengetahuan yang Maha Tinggi hanyalah milik Allah semata.
4.    Kekusaan Allah Maha Besar tidak terbatas dan tidak ada satupun makhluk di alam semesta ini yang mampu menandingi-Nya. Maka apabila seorang manusia memohon pertolongan kepada Allah dengan hati yang tulus maka sesungguhnya Allah akan mengabulkannya.
5.    Kedekatan sifat Allah dan sifat hamba-Nya.

Cinta inilah yang merupakan cinta sejati yang tidak akan pernah mendatangkan mudharat dan malah Insya Allah akan mendatangkan keridhaan Allah SWT. Selanjutnya yang dirasakan dalam hidup ini adalah kebahagiaan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Jika setiap muslim di mana pun berada khususnya di Indonesia senantiasa menjaga kesucian cinta maka Insya Allah bangsa ini bukan tidak mungkin akan bangkit dari keterpurukan dan krisis umat yang berkepanjangan. Pernahkan terpikirkan oleh diri kita bahwa sesungguhkan apa yang terjadi pada negeri ini pada saat ini adalah akibat ulah manusia yang berdiri di atasnya?

Wallahu a’lam bishawab..

Musik Indie: Ekspresi Kebebasan

Posted: November 3, 2008 in GiGs, MusiC CorNer

Freedom of expression

Begitulah kira-kira jargon dari salah satu ajang kontes musik Indie terbesar di Indonesia. Yup, sesuai namanya yaitu Indie yang berasal dari kata Independent, musik ini dapat diidefinifikan sebagai musik-musik yang dipublikasikan tanpa bantuan dari major label atau lebih dikenal dengan istilah “do-it-yourself publishing”. Perkembangan musik jenis ini juga tidak didasari oleh pemenuhan selera pasar atau kepentingan komersial, namun lebih kepada keinginan para penciptanya untuk memasukkan berbagai unsur yang diinginkan ke dalam musiknya sendiri. Itulah mengapa musik indie ini selalu disebut dengan musik kebebasan.

Perkembangan musik ini tentu saja berawal dari ranah Britania Raya dan Amerika Serikat pada tahun 50-60 an yang ditandai pula dengan munculnya berbagai perusahaan rekaman yang mengusung label Indie. Namun demikian, kebanyakan dari perusahaan-perusahaan ini tidak bertahan lama dan pada akhirnya tenggelam juga oleh dominasi major label. Tapi tentu tidak dengan musik Indie itu sendiri. Pada dekade berikutnya yaitu sekitar tahun 70an, banyaknya para pemusik (terutama aliran punk pada saat itu) yang tidak mau terikat kontrak (atau yang tidak dilirik) oleh major label kembali memunculkan perusahaan rekaman kecil2an. Dan pada tahun 1978 lahirlah label-label seperti Cherry Red, Rough Trade, dan Mute di Inggris yang menyokong perekaman, pendistribusian, sekaligus promosi musik-musik berlabel Indie tersebut. selanjutnya, label-label ini pun semakin maju dan pada tahun 1980 telah mampu menempatkan beberapa lagu dalam top 10 hits pada UK Singles Chart.

Dalam musik Indie sendiri terdapat beberapa subkategori dengan cakupan yang cukup luas. Musik dengan genre alternative rock, punk rock, sampai ke experimental music merupakan jenis yang paling banyak mewarnai musik Indie. Namun demikian, musik Indie seringkali dibagi menjadi dua kategori utama yaitu Indie Rock dan Indie Pop walaupun sebenarnya perbedaan antara keduanya tidaklah terlalu mencolok mengingat jenis instrumen yang digunakan biasanya sama-sama tidak lepas dari unsur gitar distorsi berbasis lagu pop. Perbedaan yang terlihat mungkin dapat ditinjau dari seberapa jauh musik Indie Rock tersebut mengikuti keautentikan dan kekentalan rock di dalamnya. Ada juga Indie dance yang datang dari perpaduan antara indie pop dan musik elektornik/dance. Masih ada lagi indietronic atau electronic indie yang lebih banyak mengandung unsur elektronika di dalamnya. Dan tentunya masih banyak lagi jenis-jenis musik Indie yang sedang berkembang saat ini.

Satu lagi hal yang paling khas di antara band-band Indie yang ada adalah nama dari band itu sendiri. Seperti halnya semangat kebebasan yang diusung oleh musik Indie, nama band-bandnya pun menjadi sangat unik dan “suka-suka gue”. Sebagai contoh dari luar ada nama-nama unik seperti Arctic Monkeys, the Rascals, Cold War Kids, Bear Colony, Frog Eyes, Margot and The Nuclear So and So’s, The Firebird Band, The Postal Service, Alex Ross-Iver or Fever Marlene, dll. Tidak terkecuali di Indonesia, nama-nama seperti Pure Saturday, Efek Rumah Kaca, Monkey to Millionaire, Tunas Bangsa Simphony, Gunting Kuku, Apel Kuning, Lipgloss, The Upstairs, dll turut menghiasi gemerlap musik Indie saat ini.

Perkembangan teknologi tentunya semakin mempermudah band-band Indie untuk mempromosikan dirinya sendiri. Saat ini internet dengan music and video sharing merupakan lahan publikasi yang paling subur. Perjuangan para pemusik Indie untuk dikenal publik kini pun semakin mudah dengan banyaknya berbagai wadah perkumpulan serta kontes-kontes musik Indie yang semakin menjamur. Tak terkecuali di negara ini. Semoga perkembangan musik Indie di Indonesia mampu memberikan angin segar bagi blantika musik tanah air kita. =)

Tentang Film Laskar Pelangi..

Posted: November 3, 2008 in MoviEgoErs
Tags:


Film yang diangkat dari novel terlaris di Indonesia ini adalah salah satu film yang paling saya tunggu-tunggu tahun ini. Saya sangat antusias dengan hadirnya film ini dan berharap film ini bisa memberikan angin segar pada perfilman tanah air yang kini lebih banyak didominasi oleh film-film dengan cerita yang sungguh dangkal dan miskin unsur pendidikan. Ditambah lagi film ini diproduksi oleh Miles Production dan disutradai oleh Riri Riza yang saya yakini akan semakin menambah nilai plus dari film ini. Hari itu saya pun memaksakan diri untuk menonton film Laskar Pelangi walaupun saat itu saya sedang terkena sakit flu dan batuk. Tapi demi film tersebut saya rela untuk pergi ke bioskop dan menonton bersama saudara2 saya.
Namun sayang, harus saya katakan di sini bahwa saya sedikit kecewa dengan film Laskar Pelangi ini. Hmm, mungkin saya adalah salah satu penonton yang sangat mengharapkan film Laskar Pelangi bisa lebih dari itu. Buku novel Laskar Pelangi adalah buku dengan narasi yang sangat kuat di mana saya bisa merasa seluruh emosi sekaligus imajinasi saya terlibat dalam cerita tersebut. Saat saya membaca novelnya, saya benar2 merasa menjadi bagian dari Laskar Pelangi, menjelajahi setiap tempat di pulau Belitong, dan mengenal masing2 karakter tokohnya. Tampaknya hal-hal inilah yang mempengaruhi saya saat menonton film dan secara tidak sadar saya telah melanggar aturan yang paling sederhana dalam menonton film yaitu..nikmatin aja..hehe.Jadi menurut saya ada beberapa hal yang mengganjal dalam film ini. Yang pertama adalah hadirnya tokoh baru yang diperankan oleh Tora Sudiro. Sebenarnya tokoh Tora sebagai guru PN ini tidak ada di dalam buku. Saya sendiri pun merasa tidak nyaman dengan kehadiran tokoh ini, yang menurut saya tidak terlalu penting. Sungguh saya sama sekali tidak paham dengan esensi hadirnya tokoh ini. Mungkin yang bisa saya tangkap di sini adalah untuk memperlihatkan keteguhan hati Bu Mus untuk terus mengajar di SD Muhammadiyah yang miskin dan doyong ketimbang mengajar di sekolah PN yang mentereng-walaupun terus-menerus “digoda” oleh si guru PN. Saya menggunakan kata “digoda” di sini karena di dalam film guru PN tersebut terlihat menaruh hati kepada Bu Mus. Satu hal lagi yang menurut saya tidak penting: bumbu2 cinta antara guru PN terhadap Bu Mus. Akan jauh lebih baik jika bumbu cinta di film ini lebih difokuskan kepada kisah Ikal dan A Ling yang lebih murni, sederhana, polos, namun juga sangat indah dan berkesan. Saya sangat menyayangkan hal ini. Mungkin maksud dari kehadiran banyak artis Ibukota ini adalah untuk mendongkrak nilai komersial dari film Laskar Pelangi. Padahal tanpa itu pun, saya yakin bahwa masyarakat sudah lebih dulu mengetahui kekuatan dari cerita Laskar Pelangi dan setiap orang pasti merasa sangat penasaran dengan film tersebut meskipun belum sempat membaca bukunya. Jadi film ini seharusnya murni menampilkan tokoh2 dan alur cerita yang asli tanpa dilebih2kan atau dikurangi. Satu lagi yang harus saya kritisi di sini adalah tokoh Ikal dewasa yang diperankan oleh Lukman Sardi. Mohon maaf, saya harus katakan di sini bahwa tampaknya dari segi penokohan, karakter Ikal sama sekali tidak terasa di sini. Saya juga menyayangkan penampilan Lukman Sardi yang menurut saya kurang menunjukkan ciri-ciri seorang Ikal. Dirinya hanya tampil sebagai dirinya sendiri yaitu Lukman Sardi dan bukan sebagai Ikal. Padahal seorang aktor menurut saya bisa dikatakan ber”watak” apabila dia benar-benar menjadi sosok yang diperankannya: dalam hal ini adalah sosok Ikal. Bukan semata-mata menandai dirinya sebagai Ikal tapi dia adalah Ikal baik dari segi penampilan, sikap tubuh, logat berbicara dsb. Dalam film ini saya tahu dia memerankan tokoh Ikal dewasa tapi saya tidak mendapati diri sosok Ikal yang sebenarnya.
Satu hal lagi yang sempat membuat saya sedikit kecewa adalah 2 adegan krusial yang dalam film ini kurang ditampilkan secara maksimal yaitu adegan karnaval (tarian suku masai) dan cerdas cermat. Padahal menurut saya 2 adegan inilah yang sangat menguras emosi saat membaca bukunya. Adegan-adegan ini merupakan saat-saat di mana SD Muhammadiyah menunjukkan “taji”nya bahwa mereka pun tidak kalah dengan sekolah PN yang mentereng. Hal ini juga merepresentasikan bahwa kemiskinan dan kekurangan bukanlah suatu penghalang untuk meraih sesuatu yang besar.

Saya sadar sepenuhnya bahwa apabila terus menerus dibandingkan dengan bukunya maka pasti segala sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspetasi kita pun akan terus ada. Walaupun ada beberapa hal yang mengganjal, tetap saja saya mengakui bahwa film ini adalah salah satu karya terbaik anak bangsa bukan hanya di tahun ini tapi juga dalam sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Dan saya sangat berterima kasih kepada pihak2 yang terlibat dalam pembuatan film ini yang telah menyuguhkan film yang benar-benar menjadi oase ditengah film-film layar lebar saat ini yang hanya dipenuhi oleh mimpi-mimpi semu dan cerita yang itu-itu saja. Semoga buku dan film Laskar Pelangi dapat menjadi perintis lahirnya karya2 terbaik anak bangsa lainnya yang dapat memberikan semangat di tengah-tengah krisis yang dihadapi bangsa ini.

Kisah Seorang Sarjana

Posted: July 26, 2008 in daiLy Life

Ternyata, euforia kelulusan itu hanyalah sesaat. Minggu pertama dan kedua saya mungkin masih bisa bersantai-santai menikmati indahnya masa-masa liburan. Minggu berikutnya saya mulai diberondong pertanyaan oleh orang tua saya tentang apa langkah saya berikutnya, ingin kerja di mana, dan sudah melamar ke mana saja. Minggu-minggu selanjutnya justru terasa hampa, menunggu panggilan tes kerja yang belum datang. Akhirnya tes itu datang, saya begitu bersemangat, namun kemudian semangat saya luntur ketika melihat banyaknya para pemburu-pemburu kerja yang ikut serta. Ditambah lagi ketika itu setelah menunggu hampir 3 jam, saya dan beberapa teman lainnya harus menelan pil pahit ketika tes akan dilanjutkan di Jakarta. Sampai saat ini masih belum ada kabar. Begitu pula dengan lamaran lainnya. Tampaknya saya harus bersabar, berusaha, dan menunggu. Memang benar apa kata orang: cari kerja itu memang susaaaah..

Yudisium oh Yudisium

Posted: July 9, 2008 in MiSceLLaneOus

Hari Rabu yang lalu yaitu tepatnya pada tanggal 25 Juni 2008 adalah hari pengumuman kelulusan sarjana di jurusan saya. Acara tersebut lebih dikenal dengan sebutan yudisium. Apapun nama yang diberikan untuk acara itu, yang pasti bagi saya hari itu adalah hari yang penuh dengan suasana mencekam karena saya adalah salah satu mahasiswa yang namanya tercantum dalam penentuan kelulusan tersebut. Hari itu jauh lebih melelahkan ketimbang sehari sebelumnya di mana saya mengikuti serangkaian ujian komprehensif dalam satu hari. Hari itu memang benar-benar sangat menyiksa fisik apalagi psikis. Dan karena yudisium akan diadakan pada pukul 15.00, alhasil saya yang sejak malam sebelumnya merasakan ketegangan yang dahsyat, mau tidak mau harus menanggung tekanan batin ini dari mulai melek sampai sore. Bahkan sebenarnya malam itu pun saya tidak bisa tidur dan tidur yang hanya beberapa jam pun terganggu dengan mimpi buruk tentang kelulusan. Akhirnya selama satu hari itu saya benar-benar seperti zombie, tidak mood sama sekali untuk melakukan hal apapun. Saya lebih banyak terdiam dan mencoba menghibur diri dengan menonton TV, mendengarkan musik, mencuci piring (huee ini sih emang wajib), dsb tapi tetap tidak berhasil. Malahan saya lebih banyak teringat kembali dengan soal-soal kompre hari sebelumnya, soal apa saja yang bisa saya jawab, soal yang saya jawab asalan, atau yang tidak saya jawab sama sekali, apa saja jawaban saya, kira-kira berapa nomor yang salah.. huaaa semua ini makin membuat saya seperti ketiban duren, tangga, atap rumah, langit, segala macem.

Dan akhirnya tak terasa waktu pun menunjukkan pukul 14.30. Dengan berat hati saya bersiap-siap berangkat ke kampus. Di dalam angkot pun pikiran2 horror pun semakin menjadi-jadi. Terbayang jelas di pikiran ini bagaimana kalau seandainya saya satu-satunya yang tidak lulus.. Kata-kata “Ck ck ck, wah, aduh, sayang sekali, maaf anda…” makin terngiang ngiang di telinga.. Lama-lama saya bisa sinting!

Jam 14.50 saya sampai di kampus. Suasana di jurusan telah ramai dan semuanya pun telah berpakaian rapi, menunggu detik-detik di saat nasib kami semua akan ditentukan. Wajah-wajah teman saya juga menyiratkan ketegangan yang akut. Walaupun kami masih sempat bercanda tawa seperti biasanya namun hal itu tetap saja tak mampu meredakan kegalauan hati ini. Kami pun hanya tertawa miris mengingat sebentar lagi mungkin salah satu dari kami.. akan.. ah sudahlah.. tak usah terlalu dipikirkan, semuanya telah ditentukan, semuanya telah berusaha semaksimal mungkin..dan sisanya Allah-lah yang menentukan. Hal itulah yang terus menerus saya camkan dalam hati.

Jam 15.30 kami masih menunggu di luar, masih mencoba bersikap biasa saja, dan masih berusaha untuk tertawa.

Jam 16.00 belum ada sedikit pun tanda-tanda pengumuman akan dimulai. Kami yang sudah mulai mengantuk pada akhirnya berkhayal tentang apa yang kira-kira terjadi di ruangan itu. Apakah dosen-dosen kami sedang berdebat begitu hebatnya tentang nilai kami, mendiskusikan siapa yang lulus dan siapa yang tidak.. Hm mungkin kita akan diundi dengan koin atau mungkin ada dua dosen yang masing-masing memegang foto kami lalu di-TOSS (hihihi kayak main apa tuh yang waktu SD_) ck ck ck .. sakit jiwa memang.

Jam 16.30 wajah kami yang dari tadi memang sudah kusut kini makin gak karuan, baju pun sudah berantakan sedangkan tanda-tanda pengumuman dimulai pun belum ada.

Sekitar jam 17.00 kami yang terkantuk-kantuk pada akhirnya dikejutkan dengan panggilan untuk masuk ke ruangan oleh salah satu dosen kami. Kami pun disuruh berbaris berdasarkan urutan nomor ujian. Karena saya mendapat nomor urut 2 alhasil saya berbaris di palng depan bersama teman saya si nomor urut satu. Waktu itu kami berdua sempat hampir dibuat kena serangan jantung ketika tiba-tiba para dosen yang bersiap di dalam ruangan menyuruh kami masuk. Namun entah kenapa tiba-tiba tidak jadi. Huaa kami benar2 merasa diplonco saat itu. Apalagi salah satu dosen kami yang mengatur barisan sempat menakut-nakuti kami. Dengan wajah muram dan sedih tiba-tiba beliau berbicara “Wah, kalian ini banyak yang ga lulus”. Seketika itu juga rasanya ada biji durian yang nyangkut di kerongkongan kami berdua. Melihat wajah kami yang stress, dosen kami tersebut malah tertawa. “Hahaha mana saya tau..”. Walah bapaak bapak, mbok ya sempet2nya..

Jam 17.10 akhirnya kami semua masuk ke ruangan. Kami berdiri berjajar dihadapan para dosen yang berwajah datar seperti tidak menampakkan emosi sedikit pun (sadis skali). Kami pun sudah pasrah. Dan setelah kami diabsen satu per satu, akhirnya tibalah saatnya the moment of truth. Saya sempat berjengit ketika tiba-tiba nomor urut satu dipanggil. Pikiran, hati, serta mimik saya semakin tak karuan ketika teman saya itu dinyatakan lulus. Saya senang sekaligus miris.

Dan… akhirnya nama saya bergema di ruangan itu (hahaha lebai skali,,). Saya sudah tidak henti-hentinya berdoa… dan akhirnyaaa saya dinyatakan LULUSssSSS…!! Huaaa tak terbayangkan rasa lega sekaligus senang yang saya alami saya itu. Saya pun langsung mengucapkan syukur pada Allah SWT yang telah memberikan nikmat ini.. Wah ketegangan yang berlangsung selama hampir 24 jam pada akhirnya sirna dalam hanya beberapa detik…

Walaupun saya sangat senang krn hampir semua temanku lulus, saya juga sedih karena ada beberapa teman saya yang belum lulus pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan di kesempatan berikutnya mereka bisa lebih baik lagi. Dan bukan sekedar lulus tapi juga bisa mendapat nilai yang memuaskan. Semangat teman-teman!

Dan untuk teman-temanku yang sudah lulus.. hmm selamat menempuh medan perjuangan yang baru!!!