My Favourite Clowns

Pertama kali saya memutar video ini di internet, saya langsung berpikir, “What the..??”. Yup, dengan memakai kostum badut ini mereka berempat tampil di salah satu acara TV di negara asal mereka yaitu Inggris.

Namun ternyata, begitu saya mendengarkan nada pertama sampai yang terakhir, saya langsung terpana dengan musikalitas mereka yang luar biasa. Melodi gitar, betotan bas, dan drumbeat yang begitu harmonis dan sangat kental dengan nuansa musik indie disertai dengan vokal Alex Turner yang khas dan begitu jernih (persis seperti di rekaman) pada akhirnya membuat saya mengacungkan 3+1 jempol untuk band asal Sheffield ini.

Yap, inilah Arctic Monkeys yang membawakan salah satu hitsnya dari album Favourite Worst Nightmare yang berjudul Flourescent Adolescent. Dan kenapa mereka mau memakai kostum badut ini adalah karena memang di video klip untuk lagu ini mereka juga memakai kostum badut. Jadi saya pikir hal ini merupakan bagian dari promosi saja. Dan jangan heran pula jika anda melihat penampilan band ini seperti tampak biasa-biasa saja atau malah terkesan kaku seperti band-band pensi sekolah. Hal ini bukan karena mereka kurang pengalaman atau tidak ekspresif tapi karena mereka memang (menurut saya) memiliki sedikit ciri shoegaze dengan yang memperlihatkan sang vokalis berkonsentrasi bernyanyi tanpa memedulikan penonton. Mereka mementingkan sajian, bukan penampilan. Mereka menyajikan substansi, bukan style. Inilah yang mereka lakukan di panggung. Musik-musiknya pun tak lepas dari nada-nada yang sangat “benderang” namun tetap mengandung unsur-unsur depresif.

Secara keseluruhan, menurut pandangan saya, musik, lirik (meskipun terkesan asal-asalan), serta teknologi mereka sudah sangat baik walaupun tentu saja belum sekelas band-band gaek seperti Radiohead, Pink Floyd, dsb. Namun tetap saja untuk band yang dipunggawai oleh anak-anak muda (mereka lahir tahun 1985-1986), band ini sangat fenomenal dan mampu menyihir semua penikmat musik jenis ini termasuk saya hahaa.. dan dengan melihat penampilan mereka di video ini, sudah barang tentu bahwa merekalah badut favorit saya hingga saat ini…hehehe

Videon lengkapnya silakan dilihat di sini:

-The “kompre” Effect-

Minggu ini memang minggu terakhir saya kuliah. Sebenarnya pada hari itu saya seperti biasa berangkat ke kampus tercinta dengan maksud dan tujuan sekedar untuk berkuliah. Eh, ga ada angin ga ada hujan, tiba-tiba waktu saya sedang bersantai menikmati kuliah yang ternyata kosong, salah satu dosen saya menghampiri saya dan teman saya yang sedang nongkrong2 di depan TU (kok di depan TU ya..??). Beliau berkata begini (dengan semangat 45):

“Eh, kalian mau S2 ga? Sekarang ada dari NTU dateng. Kalian ikutan aja, ini opportunity yang sangat bagus.”

Si teman saya ini langsung berkata dengan girangnya: “Yang bener, Pak? Saya mau, Pak.” Sementara dia tidak mau datang sendirian, saya pun menemaninya untuk menghadiri presentasi. Saya pikir tidak ada salahnya mendengar presentasi dari NTU ini sekaligus menambah referensi untuk sekolah S2 ke luar negeri. Dan akhirnya kami pun bergegas mendaftarkan diri dan masuk ke ruangan.

Presentasinya hanya berlangsung sebentar, mungkin tidak lebih dari 15 menit. Ketika kami hendak beranjak untuk meninggalkan ruangan, dosen kami yang membujuk kami untuk datang, kembali membujuk kami untuk tetap tinggal dan mengikuti serangkaian tes masuk NTU. Saya langsung kaget, “sekarang, Pak? Tapi saya blum siap, Pak..”. Dosen saya pun langsung berkata: “Tes nya gampang kok, multiple choice juga, kalau kalian tidak tes hari ini kalian baru bisa tes lagi bulan Januari nanti. Ayo ikut saja, (lagi-lagi: ini opportunity yang sangat bagus) just skip your class”.

Dan sekali teman saya ini terbujuk oleh rayuan dosen kami ini. “ikut aja yuk, ikut aja yuk”. Pikiran saya saat itu menjadi bercampur aduk karena terus terang saja sebenarnya saya tidak terlalu tertarik dengan program ini, tapi saya butuh pengalaman untuk mengikuti tes semacam ini, ditambah lagi saya juga memang malas ikut kuliah berikutnya hahaha…”.

Dengan demikian, jadilah saya mengerjakan soal2 yang komprehensif dalam bahasa inggris selama 2 jam, diselingi wawancara selama 5 menit, dan dibumbui dengan penulisan essay minimal 300 kata selama 1 jam. Sudah itu, habislah mood saya hari itu, saya sudah tidak bernafsu lagi untuk mengerjakan tugas-tugas apalagi penelitian. Saya langsung pulang lalu makan dan tidur. Malamnya saya nonton film dan berinternet. Ditambah lagi entah karena kebetulan atau tidak, malam itu juga saya terkena kaligata. Tiba-tiba seluruh badan saya gatal-gatal, merah-merah, dan bentol-bentol… hahahahaha (pernah merasakan gatal yang luar biasa tapi ga boleh digaruk??? Nah, begitulah kira2). Apa sampe segitunya ya, efek soal2 komprehensif itu?? Bagaimana nanti pas ujian kompre kelulusan?? Yang dari pagi sampe sore?? Tak terbayangkan!!!

Cinta dan Nafsu (part I)

Siapakah yang tidak mengenal kata cinta? Semua manusia di muka bumi ini baik tua maupun muda, kaya maupun miskin, pasti mengenal kata cinta. Cinta memang mudah untuk diucapkan. Tapi apakah semua orang mampu menafsirkan makna dari kata cinta itu sendiri? Pada saat ini, sebagian besar manusia di dunia terutama para remaja yang sedang mengalami masa transisi menuju kedewasaan, seringkali menafsirkan cinta dalam makna yang sempit. Makna yang justru seringkali menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan. Apakah cinta hanya ditafsirkan sedemikian rendahnya? Jikalau saja manusia memahami hakikat cinta yang sebenarnya tentulah cinta tersebut akan mendatangkan kebahagiaan yang tiada habisnya. Yang tak akan pernah lekang ditelan zaman dan akan terus bersemi hingga habis masa ini.

Cinta yang hadir pada setiap manusia pada hakikatnya merupakan anugrah dari Sang Pencinta yaitu Allah SWT. Islam juga merupakan agama yang senantiasa mengajarkan cinta dan kasih sayang. Karena cinta inilah manusia diciptakan dan lahir di dunia ini. Karena cinta Allah menurunkan firman-Nya dan mengutus Rasul-Nya untuk membimbing manusia ke jalan yang benar menuju kenikmatan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Dan karena cinta ini pulalah manusia dapat belajar, memahami, dan bersosialisasi dengan manusia serta makhluk hidup lainnya demi menjaga kelangsungan kehidupan manusia itu sendiri.

Namun pada kenyataannya pada saat ini cinta hanya menjadi dalih bagi manusia untuk menuruti hawa nafsunya. Cinta yang seperti ini pada kenyataannya mengandung kerusakan dan kemudharatan baik di dunia maupun di akhirat. Cinta seperti ini melahirkan gambaran-gambaran dan bayangan-bayangan yang dampaknya merusak hati. Bila hati telah rusak maka kehendak, pembicaraan, dan berbagai aktivitas pun akan rusak yang pada puncaknya akan merusak ketauhidan. Naudzubillah.

Islam memang tidak melarang dua insan manusia saling mencintai. Namun cinta ini dapat mengandung syirik dan kafir apabila orang yang mencintai selalu mendahulukan kerelaan orang yang dicintai daripada Allah SWT. Seperti fenomena yang terjadi saat ini. Banyak sekali dua insan terutama para remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas yang mengatasnamakan cinta. Bahkan kini berpacaran pun telah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar remaja kita termasuk yang beragama Islam. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Padahal Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Israa ayat 32 yaitu

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Hal ini sudah jelas menegaskan bahwa Allah melarang segala sesuatu yang mendekati zina termasuk dalam konteks berpacaran, bersentuhan dan berkhalwat berduaan. Hal ini juga semakin diperkuat oleh sunah Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka tidak boleh baginya berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita tersebut tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah syaitan (H.R. Ahmad).

Sesungguhnya orang-orang yang sangat menuruti keinginan dan hasrat hati akan senantiasa dalam keadaan yang sia-sia apabila menempatkan cintanya kepada makhluk lebih tinggi daripada cintanya kepada Allah dan Rasulnya. Bahkan menurut Ibnul Qoyyim al-Jauzi, cinta yang demikian akan terus-menerus membelenggu hatinya dan bahkan menjadikan orang tersebut rela menukar penghambaannya kepada Allah dan menjadikan sesama hamba serupa dengan Allah SWT. Padahal penghambaan merupakan hakikat dari cinta dan kepatuhan. Maka apabila dia telah menghabiskan kekuatan cinta dan kepatuhannya untuk orang yang amat dia cintai maka sama artinya dengan memberikannya hakikat pengabdian.

To be continued..

What “my real name” Means.. (???)

You are usually the best at everything … you strive for perfection. à (Hopefully..!)
You are confident, authoritative, and aggressive. (Absolutely right…!!!!)
You have the classic “Type A” personality.

You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row. (Doubtful ! I am random)
You are powerful and competent, especially in the workplace.
People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality. (100%)

You are truly an original person. You have amazing ideas, and the power to carry them out. (I am trying to be.. )
Success comes rather easily for you… especially in business and academia. (Amien..)
Some people find you to be selfish and a bit overbearing. You’re a strong person. (Yeah, but sometimes they’re wrong)

You tend to be pretty tightly wound. It’s easy to get you excited… which can be a good or bad thing. (hahaha)
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don’t stick with any one thing for very long. (yeah)
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.

You are a seeker. You often find yourself restless – and you have a lot of questions about life. (as always)
You tend to travel often, to fairly random locations. You’re most comfortable when you’re far away from home. (not really, i’ve always felt homesick when i got to far from home)
You are quite passionate and easily tempted. Your impulses sometimes get you into trouble.

You are loving, compassionate, and ruled by your feelings. (100% me)
You are able to be a foundation for other people… but you still know how to have fun. (bring it all beybeh)
Sometimes your emotions weigh you down, but you generally feel free from them.

You are wild, crazy, and a huge rebel. You’re always up to something. (most of the time)
You have a ton of energy, and most people can’t handle you. You’re very intense. (not really, I like being idle)
You definitely are a handful, and you’re likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun. (yeah trouble is my favourite life story)

You are confident, self assured, and capable. You are not easily intimidated. (intimidated? I won’t say so)
You master any and all skills easily. You don’t have to work hard for what you want. (as I wish)
You make your life out to be exactly how you want it. And you’ll knock down anyone who gets in your way!

You are relaxed, chill, and very likely to go with the flow. (yeah)
You are light hearted and accepting. You don’t get worked up easily.
Well adjusted and incredibly happy, many people wonder what your secret to life is. (hohoho)

 

Visit: http://www.blogthings.com/whatsyournameshiddenmeaningquiz

Jakarta Jakarta..

Sudah empat tahun lamanya aku meninggalkan Jakarta.

Jika bukan karena demi mengejar cita-cita, aku tidak akan meninggalkan Jakarta.

Yah… Segudang cerita dan kenangan indah di kota ini tidak akan pernah hilang..

Sejuta rinduku pada kota ini tidak akan pernah pudar ..

Bukan karena kemegahannya..

Bukan karena gemerlapnya di malam hari…

Bukan karena gedung-gedung bertingkat yang menjulang tinggi..

Bukan, bukan itu..

 

Aku rindu..

Aku rindu masa kecilku..

Aku rindu bermain bersama teman-temanku…

Aku rindu bermain sambil merasakan teriknya matahari..

Aku rindu dengan rintik hujan yang menyejukkan peluhku…

 

Aku rindu naik bis kota..

Aku rindu berlari mengejar bis agar tidak terlambat ke sekolah…

Aku rindu berdiri bedesak-desakan di dalamnya…

Aku rindu dengan lantunan lagu-lagu penyanyi jalanannya..

 

Aku rindu dengan sayup-sayup suara pengajian di dekat rumah..

Aku rindu suara adzan yang berkumandang bersahut-sahutan…

Aku rindu hajatan tetangga-tetanggaku…

Aku rindu masakan nasi uduk dan semur daging mereka..

 

Ah, Jakarta.. Tunggulah aku kembali..

Sebuah Renungan…

Beberapa waktu yang lalu ketika saya hendak melaksanakan shalat zhuhur, saya tidak sengaja mendengar percakapan antara dua akhwat yang masih terbilang junior saya di kampus. Pada awalnya mereka bercerita tentang keprihatinan mereka terhadap bangsa ini, tentang kebobrokan moral bangsa, tentang ketidakbecusan pemerintah dalam mengelola negara, sampai ketertinggalan negara ini jika dibandingkan dengan negara lain. Hal ini memang ada benarnya juga dan sudah tidak perlu dipungkiri lagi bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami masa-masa yang sulit di mana banyak sekali sistem yang harus dibenahi di dalam negeri sementara perubahan-perubahan yang terjadi di seluruh dunia sudah tidak dapat dibendung lagi. Namun kemudian pembicaraan mereka beralih pada bagaimana masa depan mereka di negara ini. Salah seorang di antara mereka berkata yang intinya adalah dirinya menginginkan karir yang cerah hingga bisa mendapatkan koneksi dengan banyak pihak di dalam dan luar negeri agar ke depannya dia bisa menjalankan proyek-proyeknya dengan lebih leluasa. Selanjutnya yang dia berkata bahwa dia pesimis semua hal itu bisa dicapainya di negara ini dengan kondisi bangsa yang seperti ini. Dia pun menyambungkan bahwa dirinya lebih baik ke luar negeri saja, ke tempat yang jauh lebih baik dari negara ini dan bahkan dirinya berpikir untuk mengganti kewarganegaraan. Perkataannya ini juga dibenarkan oleh temannya bahwa temannya ini juga ingin meniti karir di negara lain dan tidak menutup kemungkinan untuk pindah kewarganegaraan juga.

Yang membuat saya sedikit tersentak adalah ketika akhwat yang pertama berkata bahwa “Tidak apa-apa kita begitu, toh Islam juga tidak mewajibkan kita untuk mengabdi pada pemerintahan, tetapi yang diwajibkan adalah mengabdi kepada agama yaitu Islam.”

Hal inilah yang membuat batin saya bergejolak. Sedikit berlebihan memang. Tapi saya benar-benar tidak habis pikir.

Memang benar, kita berhak untuk memilih kehidupan dan masa depan yang lebih baik daripada yang kita miliki di negara ini. Islam juga menyuruh kita untuk berhijrah apabila keadaan di tempat asal kita memang sudah tidak memungkinkan lagi bagi kemajuan diri kita. Allah SWT pun di dalam Al-Qur’an berfirman “Dan bertebaranlah engkau di muka bumi..”, hal ini jelas menunjukkan bahwa Islam tidak membatasi ummatnya untuk mencari rizki yang halal dan penghidupan yang layak di mana pun di dunia ini. Saya pun tidak berhak untuk melarang seseorang meraih masa depan yang lebih baik di negeri orang dan bahkan saya pribadi pun sempat berpikir untuk bekerja di luar negeri setelah lulus.

Namun, ada banyak hal yang sangat penting untuk kita renungi sebagai generasi penerus. Tanpa bermaksud untuk menggurui atau sok nasionalis, saya berpikir bahwa jika banyak generasi bangsa ini yang berpikir untuk pindah ke negara lain, lantas siapa yang akan membangun bangsa ini?? Kita sebagai anak bangsa yang bisa mengenyam pendidikan tertinggi dan terbaik memang memiliki segudang kesempatan untuk mengejar karir dan meraih kehidupan yang lebih layak daripada di negara ini. Tapi coba tengoklah kanan dan kiri kita, adakah saudara-saudara kita memiliki kesempatan yang sama? Bagaimana dengan mereka yang tidak bisa seperti kita? Dan bagaimana kalau kita sama-sama melihat ke bawah? Apakah kita akan berpaling dari mereka, saudara terdekat kita yang sedang kelaparan? Jika memang bangsa ini bobrok, pemerintahan ini tidak becus, dan negara ini ketinggalan, maka siapa lagi yang akan memperbaikinya jika bukan kita? Apa kita akan meninggalkan tanah tempat kita dilahirkan, tanah yang memberikan kita kehidupan dan penghidupan selama ini? Apakah kemerdekaan bangsa ini yang dengan susah payah direbut oleh para pahlawan akan kita biarkan direbut kembali oleh para kapitalis barat?

 

Yah, di negara lain mungkin kita bisa hidup enak.

Di negara lain pendapat kita mungkin lebih dihargai.

Di negara lain kita boleh merasa aman dan nyaman.

Di negara lain kita meraih masa depan yang cerah.

 

Tapi bagaimana dengan bangsa ini?

Bukanlah Islam menyuruh kita terlebih dahulu untuk menolong saudara terdekat yang sedang kesulitan?

Bukankah membela tanah air juga merupakan jihad dalam Islam?

20 AlBum TerBaik di InggRis

Sekedar memberi info..

Beberapa waktu yang lalu salah satu majalah musik Inggris mengadakan polling mengenai 50 album terbaik di Inggris dalam kurun waktu 50 tahun.Dari hasil polling tersebut 2 album Oasis berhasil meraih posisi pertama dan kedua album terbaik, mengalahkan band-band legenda seperti the Beatles, Rolling Stones, dan Pink Floyd. The Beatles sendiri berhasil menempatkan 4 albumnya di 20 terbaik dan adapun album tonggak Pink Floyd Dark Side of the Moon masuk ke peringkat 9. Sedangkan Rolling Stones berhasil memasukkan dua album walaupun hanya bisa menempati urutan 48 dan 50. Hm,,mungkin ini bisa dijadikan referensi bagi penikmat lagu-lagu yang lahir di britania raya dari era 60-an sampe sekarang..

Berikut adalah top 20 album terbaik Inggris

Definitely Maybe – Oasis

(What’s the Story?) Morning Glory – Oasis

OK Computer – Radiohead

Revolver – the Beatles

The Stone Roses - The Stone Roses

Sgt Pepper’s Lonely Hearts Club Band – the Beatles

London Calling – The Clash

Under the Iron Sea – Keane

Dark Side of the Moon – Pink Floyd

Urban Hymns – The Verve

The Bends – Radiohead

Abbey Road – the Beatles

Hopes and fears – Keane

Don’t Believe the Truth – Oasis

Violator – Depeche Mode

The Queen is Dead – The Smiths

A Night at the Opera – Queen

Whatever People Say I Am, That’s What I’m Not – Arctic Monkeys

The White Album – the Beatles

Never Mind the Bollocks – Sex Pistols

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Newer entries »