Archive for MiSceLLaneOus

Yudisium oh Yudisium

Hari Rabu yang lalu yaitu tepatnya pada tanggal 25 Juni 2008 adalah hari pengumuman kelulusan sarjana di jurusan saya. Acara tersebut lebih dikenal dengan sebutan yudisium. Apapun nama yang diberikan untuk acara itu, yang pasti bagi saya hari itu adalah hari yang penuh dengan suasana mencekam karena saya adalah salah satu mahasiswa yang namanya tercantum dalam penentuan kelulusan tersebut. Hari itu jauh lebih melelahkan ketimbang sehari sebelumnya di mana saya mengikuti serangkaian ujian komprehensif dalam satu hari. Hari itu memang benar-benar sangat menyiksa fisik apalagi psikis. Dan karena yudisium akan diadakan pada pukul 15.00, alhasil saya yang sejak malam sebelumnya merasakan ketegangan yang dahsyat, mau tidak mau harus menanggung tekanan batin ini dari mulai melek sampai sore. Bahkan sebenarnya malam itu pun saya tidak bisa tidur dan tidur yang hanya beberapa jam pun terganggu dengan mimpi buruk tentang kelulusan. Akhirnya selama satu hari itu saya benar-benar seperti zombie, tidak mood sama sekali untuk melakukan hal apapun. Saya lebih banyak terdiam dan mencoba menghibur diri dengan menonton TV, mendengarkan musik, mencuci piring (huee ini sih emang wajib), dsb tapi tetap tidak berhasil. Malahan saya lebih banyak teringat kembali dengan soal-soal kompre hari sebelumnya, soal apa saja yang bisa saya jawab, soal yang saya jawab asalan, atau yang tidak saya jawab sama sekali, apa saja jawaban saya, kira-kira berapa nomor yang salah.. huaaa semua ini makin membuat saya seperti ketiban duren, tangga, atap rumah, langit, segala macem.

Dan akhirnya tak terasa waktu pun menunjukkan pukul 14.30. Dengan berat hati saya bersiap-siap berangkat ke kampus. Di dalam angkot pun pikiran2 horror pun semakin menjadi-jadi. Terbayang jelas di pikiran ini bagaimana kalau seandainya saya satu-satunya yang tidak lulus.. Kata-kata “Ck ck ck, wah, aduh, sayang sekali, maaf anda…” makin terngiang ngiang di telinga.. Lama-lama saya bisa sinting!

Jam 14.50 saya sampai di kampus. Suasana di jurusan telah ramai dan semuanya pun telah berpakaian rapi, menunggu detik-detik di saat nasib kami semua akan ditentukan. Wajah-wajah teman saya juga menyiratkan ketegangan yang akut. Walaupun kami masih sempat bercanda tawa seperti biasanya namun hal itu tetap saja tak mampu meredakan kegalauan hati ini. Kami pun hanya tertawa miris mengingat sebentar lagi mungkin salah satu dari kami.. akan.. ah sudahlah.. tak usah terlalu dipikirkan, semuanya telah ditentukan, semuanya telah berusaha semaksimal mungkin..dan sisanya Allah-lah yang menentukan. Hal itulah yang terus menerus saya camkan dalam hati.

Jam 15.30 kami masih menunggu di luar, masih mencoba bersikap biasa saja, dan masih berusaha untuk tertawa.

Jam 16.00 belum ada sedikit pun tanda-tanda pengumuman akan dimulai. Kami yang sudah mulai mengantuk pada akhirnya berkhayal tentang apa yang kira-kira terjadi di ruangan itu. Apakah dosen-dosen kami sedang berdebat begitu hebatnya tentang nilai kami, mendiskusikan siapa yang lulus dan siapa yang tidak.. Hm mungkin kita akan diundi dengan koin atau mungkin ada dua dosen yang masing-masing memegang foto kami lalu di-TOSS (hihihi kayak main apa tuh yang waktu SD_) ck ck ck .. sakit jiwa memang.

Jam 16.30 wajah kami yang dari tadi memang sudah kusut kini makin gak karuan, baju pun sudah berantakan sedangkan tanda-tanda pengumuman dimulai pun belum ada.

Sekitar jam 17.00 kami yang terkantuk-kantuk pada akhirnya dikejutkan dengan panggilan untuk masuk ke ruangan oleh salah satu dosen kami. Kami pun disuruh berbaris berdasarkan urutan nomor ujian. Karena saya mendapat nomor urut 2 alhasil saya berbaris di palng depan bersama teman saya si nomor urut satu. Waktu itu kami berdua sempat hampir dibuat kena serangan jantung ketika tiba-tiba para dosen yang bersiap di dalam ruangan menyuruh kami masuk. Namun entah kenapa tiba-tiba tidak jadi. Huaa kami benar2 merasa diplonco saat itu. Apalagi salah satu dosen kami yang mengatur barisan sempat menakut-nakuti kami. Dengan wajah muram dan sedih tiba-tiba beliau berbicara “Wah, kalian ini banyak yang ga lulus”. Seketika itu juga rasanya ada biji durian yang nyangkut di kerongkongan kami berdua. Melihat wajah kami yang stress, dosen kami tersebut malah tertawa. “Hahaha mana saya tau..”. Walah bapaak bapak, mbok ya sempet2nya..

Jam 17.10 akhirnya kami semua masuk ke ruangan. Kami berdiri berjajar dihadapan para dosen yang berwajah datar seperti tidak menampakkan emosi sedikit pun (sadis skali). Kami pun sudah pasrah. Dan setelah kami diabsen satu per satu, akhirnya tibalah saatnya the moment of truth. Saya sempat berjengit ketika tiba-tiba nomor urut satu dipanggil. Pikiran, hati, serta mimik saya semakin tak karuan ketika teman saya itu dinyatakan lulus. Saya senang sekaligus miris.

Dan… akhirnya nama saya bergema di ruangan itu (hahaha lebai skali,,). Saya sudah tidak henti-hentinya berdoa… dan akhirnyaaa saya dinyatakan LULUSssSSS…!! Huaaa tak terbayangkan rasa lega sekaligus senang yang saya alami saya itu. Saya pun langsung mengucapkan syukur pada Allah SWT yang telah memberikan nikmat ini.. Wah ketegangan yang berlangsung selama hampir 24 jam pada akhirnya sirna dalam hanya beberapa detik…

Walaupun saya sangat senang krn hampir semua temanku lulus, saya juga sedih karena ada beberapa teman saya yang belum lulus pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan di kesempatan berikutnya mereka bisa lebih baik lagi. Dan bukan sekedar lulus tapi juga bisa mendapat nilai yang memuaskan. Semangat teman-teman!

Dan untuk teman-temanku yang sudah lulus.. hmm selamat menempuh medan perjuangan yang baru!!!

-The “kompre” Effect-

Minggu ini memang minggu terakhir saya kuliah. Sebenarnya pada hari itu saya seperti biasa berangkat ke kampus tercinta dengan maksud dan tujuan sekedar untuk berkuliah. Eh, ga ada angin ga ada hujan, tiba-tiba waktu saya sedang bersantai menikmati kuliah yang ternyata kosong, salah satu dosen saya menghampiri saya dan teman saya yang sedang nongkrong2 di depan TU (kok di depan TU ya..??). Beliau berkata begini (dengan semangat 45):

“Eh, kalian mau S2 ga? Sekarang ada dari NTU dateng. Kalian ikutan aja, ini opportunity yang sangat bagus.”

Si teman saya ini langsung berkata dengan girangnya: “Yang bener, Pak? Saya mau, Pak.” Sementara dia tidak mau datang sendirian, saya pun menemaninya untuk menghadiri presentasi. Saya pikir tidak ada salahnya mendengar presentasi dari NTU ini sekaligus menambah referensi untuk sekolah S2 ke luar negeri. Dan akhirnya kami pun bergegas mendaftarkan diri dan masuk ke ruangan.

Presentasinya hanya berlangsung sebentar, mungkin tidak lebih dari 15 menit. Ketika kami hendak beranjak untuk meninggalkan ruangan, dosen kami yang membujuk kami untuk datang, kembali membujuk kami untuk tetap tinggal dan mengikuti serangkaian tes masuk NTU. Saya langsung kaget, “sekarang, Pak? Tapi saya blum siap, Pak..”. Dosen saya pun langsung berkata: “Tes nya gampang kok, multiple choice juga, kalau kalian tidak tes hari ini kalian baru bisa tes lagi bulan Januari nanti. Ayo ikut saja, (lagi-lagi: ini opportunity yang sangat bagus) just skip your class”.

Dan sekali teman saya ini terbujuk oleh rayuan dosen kami ini. “ikut aja yuk, ikut aja yuk”. Pikiran saya saat itu menjadi bercampur aduk karena terus terang saja sebenarnya saya tidak terlalu tertarik dengan program ini, tapi saya butuh pengalaman untuk mengikuti tes semacam ini, ditambah lagi saya juga memang malas ikut kuliah berikutnya hahaha…”.

Dengan demikian, jadilah saya mengerjakan soal2 yang komprehensif dalam bahasa inggris selama 2 jam, diselingi wawancara selama 5 menit, dan dibumbui dengan penulisan essay minimal 300 kata selama 1 jam. Sudah itu, habislah mood saya hari itu, saya sudah tidak bernafsu lagi untuk mengerjakan tugas-tugas apalagi penelitian. Saya langsung pulang lalu makan dan tidur. Malamnya saya nonton film dan berinternet. Ditambah lagi entah karena kebetulan atau tidak, malam itu juga saya terkena kaligata. Tiba-tiba seluruh badan saya gatal-gatal, merah-merah, dan bentol-bentol… hahahahaha (pernah merasakan gatal yang luar biasa tapi ga boleh digaruk??? Nah, begitulah kira2). Apa sampe segitunya ya, efek soal2 komprehensif itu?? Bagaimana nanti pas ujian kompre kelulusan?? Yang dari pagi sampe sore?? Tak terbayangkan!!!

What “my real name” Means.. (???)

You are usually the best at everything … you strive for perfection. à (Hopefully..!)
You are confident, authoritative, and aggressive. (Absolutely right…!!!!)
You have the classic “Type A” personality.

You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row. (Doubtful ! I am random)
You are powerful and competent, especially in the workplace.
People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality. (100%)

You are truly an original person. You have amazing ideas, and the power to carry them out. (I am trying to be.. )
Success comes rather easily for you… especially in business and academia. (Amien..)
Some people find you to be selfish and a bit overbearing. You’re a strong person. (Yeah, but sometimes they’re wrong)

You tend to be pretty tightly wound. It’s easy to get you excited… which can be a good or bad thing. (hahaha)
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don’t stick with any one thing for very long. (yeah)
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.

You are a seeker. You often find yourself restless – and you have a lot of questions about life. (as always)
You tend to travel often, to fairly random locations. You’re most comfortable when you’re far away from home. (not really, i’ve always felt homesick when i got to far from home)
You are quite passionate and easily tempted. Your impulses sometimes get you into trouble.

You are loving, compassionate, and ruled by your feelings. (100% me)
You are able to be a foundation for other people… but you still know how to have fun. (bring it all beybeh)
Sometimes your emotions weigh you down, but you generally feel free from them.

You are wild, crazy, and a huge rebel. You’re always up to something. (most of the time)
You have a ton of energy, and most people can’t handle you. You’re very intense. (not really, I like being idle)
You definitely are a handful, and you’re likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun. (yeah trouble is my favourite life story)

You are confident, self assured, and capable. You are not easily intimidated. (intimidated? I won’t say so)
You master any and all skills easily. You don’t have to work hard for what you want. (as I wish)
You make your life out to be exactly how you want it. And you’ll knock down anyone who gets in your way!

You are relaxed, chill, and very likely to go with the flow. (yeah)
You are light hearted and accepting. You don’t get worked up easily.
Well adjusted and incredibly happy, many people wonder what your secret to life is. (hohoho)

 

Visit: http://www.blogthings.com/whatsyournameshiddenmeaningquiz

Jakarta Jakarta..

Sudah empat tahun lamanya aku meninggalkan Jakarta.

Jika bukan karena demi mengejar cita-cita, aku tidak akan meninggalkan Jakarta.

Yah… Segudang cerita dan kenangan indah di kota ini tidak akan pernah hilang..

Sejuta rinduku pada kota ini tidak akan pernah pudar ..

Bukan karena kemegahannya..

Bukan karena gemerlapnya di malam hari…

Bukan karena gedung-gedung bertingkat yang menjulang tinggi..

Bukan, bukan itu..

 

Aku rindu..

Aku rindu masa kecilku..

Aku rindu bermain bersama teman-temanku…

Aku rindu bermain sambil merasakan teriknya matahari..

Aku rindu dengan rintik hujan yang menyejukkan peluhku…

 

Aku rindu naik bis kota..

Aku rindu berlari mengejar bis agar tidak terlambat ke sekolah…

Aku rindu berdiri bedesak-desakan di dalamnya…

Aku rindu dengan lantunan lagu-lagu penyanyi jalanannya..

 

Aku rindu dengan sayup-sayup suara pengajian di dekat rumah..

Aku rindu suara adzan yang berkumandang bersahut-sahutan…

Aku rindu hajatan tetangga-tetanggaku…

Aku rindu masakan nasi uduk dan semur daging mereka..

 

Ah, Jakarta.. Tunggulah aku kembali..