Ternyata, euforia kelulusan itu hanyalah sesaat. Minggu pertama dan kedua saya mungkin masih bisa bersantai-santai menikmati indahnya masa-masa liburan. Minggu berikutnya saya mulai diberondong pertanyaan oleh orang tua saya tentang apa langkah saya berikutnya, ingin kerja di mana, dan sudah melamar ke mana saja. Minggu-minggu selanjutnya justru terasa hampa, menunggu panggilan tes kerja yang belum datang. Akhirnya tes itu datang, saya begitu bersemangat, namun kemudian semangat saya luntur ketika melihat banyaknya para pemburu-pemburu kerja yang ikut serta. Ditambah lagi ketika itu setelah menunggu hampir 3 jam, saya dan beberapa teman lainnya harus menelan pil pahit ketika tes akan dilanjutkan di Jakarta. Sampai saat ini masih belum ada kabar. Begitu pula dengan lamaran lainnya. Tampaknya saya harus bersabar, berusaha, dan menunggu. Memang benar apa kata orang: cari kerja itu memang susaaaah..