Film yang diangkat dari novel terlaris di Indonesia ini adalah salah satu film yang paling saya tunggu-tunggu tahun ini. Saya sangat antusias dengan hadirnya film ini dan berharap film ini bisa memberikan angin segar pada perfilman tanah air yang kini lebih banyak didominasi oleh film-film dengan cerita yang sungguh dangkal dan miskin unsur pendidikan. Ditambah lagi film ini diproduksi oleh Miles Production dan disutradai oleh Riri Riza yang saya yakini akan semakin menambah nilai plus dari film ini. Hari itu saya pun memaksakan diri untuk menonton film Laskar Pelangi walaupun saat itu saya sedang terkena sakit flu dan batuk. Tapi demi film tersebut saya rela untuk pergi ke bioskop dan menonton bersama saudara2 saya.Satu hal lagi yang sempat membuat saya sedikit kecewa adalah 2 adegan krusial yang dalam film ini kurang ditampilkan secara maksimal yaitu adegan karnaval (tarian suku masai) dan cerdas cermat. Padahal menurut saya 2 adegan inilah yang sangat menguras emosi saat membaca bukunya. Adegan-adegan ini merupakan saat-saat di mana SD Muhammadiyah menunjukkan “taji”nya bahwa mereka pun tidak kalah dengan sekolah PN yang mentereng. Hal ini juga merepresentasikan bahwa kemiskinan dan kekurangan bukanlah suatu penghalang untuk meraih sesuatu yang besar.
Saya sadar sepenuhnya bahwa apabila terus menerus dibandingkan dengan bukunya maka pasti segala sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspetasi kita pun akan terus ada. Walaupun ada beberapa hal yang mengganjal, tetap saja saya mengakui bahwa film ini adalah salah satu karya terbaik anak bangsa bukan hanya di tahun ini tapi juga dalam sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Dan saya sangat berterima kasih kepada pihak2 yang terlibat dalam pembuatan film ini yang telah menyuguhkan film yang benar-benar menjadi oase ditengah film-film layar lebar saat ini yang hanya dipenuhi oleh mimpi-mimpi semu dan cerita yang itu-itu saja. Semoga buku dan film Laskar Pelangi dapat menjadi perintis lahirnya karya2 terbaik anak bangsa lainnya yang dapat memberikan semangat di tengah-tengah krisis yang dihadapi bangsa ini.