Archive for June, 2008

The Last Shadow Puppets

Satu lagi band duo yang turut meramaikan kancah musik Inggris adalah The Last Shadow Puppets. Band yang baru saja dibentuk pada tanggal 20 Februari 2008 merupakan proyek terbaru vokalis Arctic Monkeys yaitu Alex Turner. Kali ini Alex dipasangkan dengan Miles Kane, salah satu personel The Rascals. Pertemanan mereka diawali ketika Miles Kane dengan band pertamanya yaitu The Little Flames bermain sebagai band pembuka dalam tour Arctic Monkeys pada tahun 2005. Memang nama band The Last Shadow Puppets ini belum seterkenal band-band duo lainnya seperti Kings of Convenience (Inggris) atau Simon & Garfunkel (AS). Namun demikian, album pertama mereka yang bertajuk The Age Of The Understatement mampu menembus peringkat pertama chart musik Inggris hanya dalam waktu beberapa bulan serta meraih penghargaan berupa band pendatang baru terbaik pada MOJO Awards 2008.

Musik yang disajikan oleh band ini memang sepintas tidak jauh berbeda dengan musik-musik ala Arctic Monkeys. Namun hal ini semata-mata lebih dipengaruhi oleh vokal Alex Turner yang lebih dominan pada sebagian besar lagunya. Namun demikian, band yang membawa aliran indie ini sebenarnya jauh lebih berwarna dari yang pernah disajikan oleh band mana pun. Musik dari band ini sangat kental dengan suasana musik-musik David Bowie, Lee Hazlewood, dan musisi lainnya pada era 60 sampai 70 an. Bahkan menurut saya, melodi dan pengemasan beberapa lagu yang bertemakan cinta pun tidak jauh dari pengaruh band legendaris The Beatles. Penambahan unsur orkestra pada hampir di seluruh lagu dalam album ini juga semakin memperkuat sisi klasik, full of drama, dan “berdarah-darah” dalam musiknya. Album yang berisi 12 lagu ini sungguh merupakan buah yang manis dari talenta muda seperti Alex Turner dan Miles Kane. Anda pun akan terbuai dengan aroma oldies yang dikemas rapi dalam ekspresi kebebasan musik Indie. Hmmm.. jika anda belum pernah mendengarkan band ini sebelumnya, saya menyarankan agar anda jangan mendengar lagu The Age of The Understatement lebih dulu karena mungkin musiknya agak sulit untuk dinikmati di awal. Sebaiknya anda mendengar lagu-lagu yang berjudul Calm Like You (salah satu favorit saya), Standing Next to Me, atau My Mistakes Were Made for You. Dan untuk yang tidak terlalu menyukai hingar bingar musiknya, saya sarankan juga agar anda mendengar versi akustiknya yang saya jamin tidak akan membuat anda kecewa.

Dan berikut ini saya tampilkan beberapa video dari The Last Shadow Puppets:

Enjoy !

Standing Next to Me

My Mistakes Were Made for You

ArCtiC moNkeyS,,

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya,, arctic monkeys adalah salah satu band favorit saya hingga saat ini.. Dan berikut ini adalah beberapa video mereka yang saya ambil berdasarkan lagu yang paling saya suka di album terakhir mereka yaitu Favourite Worst Nightmare.. selamat menonton..

-Teddy Picker-

-Brianstorm-

-Flourescent Adolescent-

Satu Jam Saja

Hari Sabtu ini, saya bersama-sama dengan partner rancang (RP) pabrik saya yaitu Dinda dan Ripper mengadakan semacam pesta kecil2an untuk merayakan selesainya masa-masa bersusah payah kami. Sebenarnya kami memang sudah merencanakan hal ini jauuuh sebelum RP kami selesai. Bahkan tadinya kami juga berencana untuk mengajak dosen pembimbing kami yang tentu saja sangat dekat dengan Dinda eh.. kami..khihi. Dan barulah pada hari ini hal tersebut bisa kesampaian. Pada awalnya kami bingung apakah akan menonton bioskop saja atau berkaraokean. Namun, setelah melalui berbagai tahap survei bioskop dan perdebatan yang alot di antara kami bertiga (lebai_) akhirnya kami memutuskan berkaraokean bersama.

Yap datanglah kami bertiga dengan berbekalkan makanan dan minuman yang disembunyikan dengan rapi di dalam tas saya. Waktu kami mau check-in (buee mesen ruangan maksudnya) ternyata ruang VIP small sudah habis semua. Jadi mau tidak mau kami memesan ruang VIP medium yang lebih mahal 10rebu..hahhaa..selama 1 jam. Dan..masuklah kami bertiga ke ruangan tersebut. Dengan semangat 45 kami langsung menyambar mic (ndeso skali) dan mencari lagu-lagu yang akan kami nyanyikan. Tanpa berpikir panjang kami langsung memilih beberapa lagu sebagai berikut:

  1. Mulan Jameela – Makhluk Tuhan Paling Seksi

    Ini merupakan request pertama teman kami Ripper yang tergila gila dengan Mulan Jameela, bahkan tanpa mengenal situasi dan kondisi, dia sering memutar sekaligus menyanyikan (ini dia yang membuat saya dan dinda semakin mual) lagu2 Mulan di sela-sela kepenatan laporan RP.

  2. Oasis – Don’t Go Away, Don’t Look Back in Anger, dan Wonderwall

    Yap,Oasis memang salah satu Band favorit kami bertiga, bahkan di sela-sela RP kami masih sempat bertukar dan bertransfer ria lagu2 Oasis.

  3. U2 – Stuck in The Moment

    Nah ini dia lagu kebangsaan kami saat mengerjakan RP. Sesuai dengan judulnya, kami memang selalu stuck in the moment.

  4. Radiohead – Fake Plastic Trees:

    Ini salah satu lagu kesukaan saya dari band yang juga menjadi favorit saya. Dan setelah mencoba meniru falseto khas Thom Yorke, terbukti saya memang… GAGAL menyanyikannya.

  5. Acrtic MonkeysFluorescent Adolescent:

    Nah ini lagu yang super ribet. Saya dan dinda yang mencoba menyaingi Alex Turner tentu saja gagal total karena liriknya yang tidak lazim dengan beat yang super cepat membuat kami hanya bernyanyi utuh di bagian akhir…Falling about you took a left off Last Laugh Lane..

  6. Radiohead – Creep

    Kali ini dinda dan ripper yang mengambil alih suara Yorke. Namun yang membuat kami heran adalah visualisasi lagu ini yang memakai potongan2 adegan film Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe (??). Sampai saat ini saya masih bingung apa hubungannya lagu Creep yang depresif dengan film Narnia?? Ada yang bisa memberi tahu??

  7. The Beatles – Here, There, and Everywhere

    Setelah kenyang dengan lagu-lagu pop yang nge-beat sampai depresif akhirnya tibalah kami menyanyikan lagu yang slow dan romantis. Pada bagian ini saya dan Dinda yang sepenuhnya bernyanyi..sedangkan Ripper tentu saja melotot memandangi model wanita yang ada di layar TV huehueeue…

Yah sebenarnya masih banyak lagi lagu-lagu yang kami nyanyikan, Ripper pun tidak mau ketinggalan untuk menampilkan sisi romantisnya (atau sisi gelapnya) dengan menyanyikan lagu-lagu Boyzone dan Bon Jovi yang Thank You for Loving Me… Namun karena kami hanya memesan 1 jam saja, tanpa terasa kami harus menyudahi kegilaan kami. Sekiranya dapat dibayangkan bagaimana kalau saya, Dinda, dan Ripper bernyanyi bersama maka sudah pasti orang lain yang mendengarnya bakal terkena iritasi gendang telinga atau semua lagu itu jadi tidak laku lagi di pasaran. Tapi yaaa setidaknya kami masih punya rasa percaya diri yang patut dicontoh (ehaehaha_).

Yap satu jam saja kami berkaraoke tapi semoga tetap menjadi kenangan indah yang tak terlupa (paling tidak) bagi kami kelompok Z3.78.2.18,,,,